Pulang

Pulang kampung sayang, bawa hatiku ikut menjejaki tanah lahirmu. Kenalkan ia pada asal usul dan silsilah keluarga tercintamu. Agar kenal ia pada kerikil di setapak menuju rumah, agar didengarnya suara adzan di petang hari.

Kelak, smoga, sebelum hidup berakhir baik dalam senja atau usia, semoga bisa aku kesana. Melihat separuh dr kehidupan dari seseorang yg wajahnya memenuhi rongga ingatanku.

Pulang kampung sayang, taruh hatiku diberanda ruang tamu mu, gantung ia di tembok kamarmu, rebahkan di kasur dan sebarkan ia di halaman rumahmu.

And I miss u so..Get Current Location

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s