Raja dari Semua…

Aku fikir, ini adalah surat yang tak akan pernah aku akan tulis,

Berkali-kali aku khatam Kitab Dongeng tanpa tangis.

Dimana akulah Kuda gagah, dimana Purnamalah Do’aku untukmu

Namun pada hitungan ke seribu, aku memutuskan berhenti mencintaimu.

Jangan datang di masa ini, nanti saja saat aku sudah mati,

Jangan beri pelangi yang tak bisa kuwarnai,

Jangan pergi ke tempat yang  tak bisa kudatangi,

Jangan beri mimpi yang tak bisa ku jelajahi,

Berbahagialah, jari-jari yang menggenggam erat tanganmu sudah ku lepaskan,

Aku menyerah pada kisah, semua pedoman telah ku selesaikan.

Aku jebol dadaku sendiri, agar bisa memaafkan,

Tapi setelah Dadaku runtuh, tak jua teredam.

Aku tak mau dengar lagi tentang do’a purnama

Aku tak mau tahu lagi tentang dongeng pelangi tanpa warna.

Lekaslah sembuhkan luka ini , Sayang.

terlalu jauh perjalanan atas nama perasaan yang telah kulakukan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s