HEGEMONI JINGGA

330ab27b93ca55309028e0458be54924

AKu sengaja menunggu, untuk melihatmu jatuh cinta

Aku menunggumu melihatku jatuh cinta

Dan Aku menunggu kita ,

Agar kita bisa melihat diri sendiri saat kita jatuh cinta.

Dini Hari menjelang kejora singgah,

Gerbang waktu bergeser memberi celah

Menyelinap dari masa kita saat Langit berubah warna

Terangkum kerlap kerlip puluhan warna jingga di setiap sudutnya.

Dan Disitulah Kamu, Berdiri dibayangi sinar langit Yang memandang.

Menghegemonikan molekul di dada yang meletup seperti kembang api sebuah perayaan.

Aku bergemeletuk, kamu tersenyum pada para Malaikat

Memberi hormat pada suatu sejarah yang kembali diijinkan untuk dicatat.

Hingga saat barisan Mahluk Langit itu beranjak naik, kau menoleh sedemikian rupa

Terlihat serampang warna bola mata serupa langit jingga

Perlahan, seperti suara Rajawali yang awalnya Keras perlahan menghilang,

Tempat kita berdiri menjadi begitu sunyi kesenyapan

Aku masih menggigil, lalu menyerah,

Mendongak dan menemukan dua bola matamu dalam pandangan yang tertumpah

“Aku merindukanmu, Ribuan Tahun di masa hidup”

Seiring suaramu mengalir, seiring itu pula langit berkerlapkerlip dan meletup

Kita berpeluk dan seekor bintang tergelincir jatuh menimpa se-ekor iblis hingga tewas.

Menjadi penghulu atas takdir dua masa yang tak berbatas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s