Traveling Theme : BALIFORNIA PART I

199242_10150102279874071_1350278_n

– BALI –

Pertama kali  ke Bali tahun 2009, yang kedua 2010 dan yang terakhir tahun 2011. Entah kenapa, Bali selalu bikin gue mau kesana lagi. semacam kena pelet. there something in Bali that made me attracted more . Bukan berarti saya sudah jalan ke banyak kota lho ya. Tahun 2012 dan 2013 gagal karena terlalu banyak pertimbangan, mulai dari tanggal, harga tiket, kemudian jadwal teman yang tidak jelas. Tapi memang begitu biasanya cara alam ini bekerja, yang dadakan biasanya lebih berhasil daripada yang direncanakan. Program KB kebobolan misalnya. wadefak.

** TRANSPORTASI

Melancong Ke bali ga pernah dapat harga promo, selalu dapat yang Rp 350.000,- ke atas. Entah gimana gue ga pernah bisa mantengin situs-situs untuk hunting tiket promo yang katanya bisa cuma 90ribu itu. Harus nabung dulu baru bisa travelling, suka iri dengan teman-teman yang bisa sering jalan-jalan keluar kota. Ah berandai-andai siang bolong. Biasanya kesana pake maskapai Citilink , jarang pakai airasia (yang tadi gue bilang ga pernah dapet promo)

Setiba di Bali, seperti pelancong lainnya, antara sewa motor atau mobil. Seingat gue kalau motor Rp 50.000/hari, cukup dengan menjaminkan KTP doang. Di kota lain mana bisa sewa motor sistem begini. Kalau sewa mobil + Sopir sekitar Rp 350.000,-/10 jam. Sebagian teman bilang ada yang lebih murah, tapi malas mencari dan menawar,its oke lha. Kalo naik motor bisa lihat2 sana sini sesuka hati, kelebihan dengan mobil kita bisa ke destinasi yang agak jauh tanpa harus capek2 bertanya rute ke penduduk sekitar ditambah ancaman cuaca dan kecapean.Tinggal duduk, enjoy pemandangan dan pak sopir mengantar kita.

Naik motor gak kalah menyenangkan, muter-muter asal tau arah/tujuan, modal peta , tanya penduduk sekitar atau nekat. Gue sempat mengendarai motor sewaan dari Kuta menuju Jimbaran, 45 menit. Dari kota melewati desa. Dari gedung-gedung melewati gubuk pinggir sawah. Dari hujan deras melewati kering kerontang , asli beneran, hujan lokal sering banget gue alamin selama disana. Berhenti di pinggir jalan untuk berteduh, setelah reda kembali meneruskan lancongan eh ternyata di kampung sebelah kering merinting !

**Akomodasi

Dulu saat pertama kali ke Bali, menginap di Hotel Tune yang (katanya) murah. padahal engga begitu murah. Mau handuk nambah sekian puluh ribu, mau ini nambah lagi. di total bisa lebih mahal. Waktu itu di Tune Hotel yang di daerah Kuta. Jalan ke depan sudah ketemu jalan menuju pantai Kuta yang kanan kiri penuh berbagai macam outlet yang harganya MAHAL-MAHAL. Sempak doang bisa 400ribu, Nehi.

Habis sholat subuh jalan kaki ke pantai which is udah rame sama orang, walau Pantai Kuta sebenarnya sekarang agak “kalah” dibanding pantai lain di Bali, Dream land misalnya. Ombak dan kebersihan Pantai Kuta ada dibeberapa level di bawah Pantai DreamLand, in my opinion.

Kuta-single

Kedatangan kedua , dapat hadiah dari teman berupa voucher menginap di hotel berbintang. Yang waktu saya check , harganya semalam sejutaan , alhamdulillah. Kamar yang di depannya ada kolam renang. Buka pintu, nyebur ! sarapannya lain lagi, berbagai menu western, lucunya ketika mau makan nasi ndak ada (maklum). Bagi Bule harga segitu mungkin ga masalah ya, bagi saya harga menginap semalam sebanding sewa mobil dua hari. ihik.!

a-jewel-in-legian-beachfrontSource : http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/9d/3f/ca/a-jewel-in-legian-beachfront.jpg

Kedatangan ketiga, sudah lebih pintar. Menginap di Poppies Line . Bagian Kuta yang sepanjang jalan terdapat penginapan murah meriah dengan kondisi layak huni. saya nginap di penginapan apagitunamanya dengan harga Rp 150.000,-/malam. itu berupa kamar yang bersih, kipas angin dan kamar mandi yang (juga) bersih. Depan kamar juga ada kolam renang which is tidak pernah saya gunakan.

Poppies Line ini ada dua , jalannya berdekatan dan langsung tembus ke pantai Kuta. Untuk yang travelling hemat, bolehlah nginap disini. ga malu2in dan ga miris amat , hotel juga dipake waktu tidur dan mandi.

poppiesnew-arena-hotel17246809

*** Souvenir Titit (?) dan lain lain

imagesKe pasar traditional yang saya lupa namanya, turun dari motor sudah dikerubungi penjual perhiasan-perhiasan yang (katanya) perak atau souvenit berupa TITIT TITITAN dari kayu berbagai macam ukuran, gue  pernah coba google mengapa ada souvenir titit tersebut, tapi sayangnya belum dapat jawabannya.  Ada titit bermacam ukuran dan warna, ada yang lengkap dengan bijinya atau batangnya saja (batang? pohon kalik!). Ada hitam, cokelat dan putih! ini titit suci namanya.

Ga kebayang bawa oleh-oleh ini ke keluarga, entah gimana respond mereka. Apalagi kalau yang titit menjelma menjadi asbak , itu mau di taruh dimana? hahaha. Sebenarnya agak mikir, ini souvenir yang ukuran besar bisa aja disalahgunakan oleh orang-orang yang membutuhkan sesuatu yang keras dan selalu keras. IYKWIM.

**Babi Panggang

Seumur-umur ga pernah liat babi secara langsung, Selain berkaca si ya, kalo di kaca yang saya lihat cuma sekarung beras. Ga pernah liat babi secara langsung atau mewawancarainya, kecuali daging yang di supermarket. Dan di Bali saya pernah melotot saat mengendarai motor dan lewat di sebuah warung makan dimana ada kepala babi panggang hitam kecoklatan dipajang di depannya. Dan begitu pula ekspresinya. Menganga tercengang terpana seperti sedang deepthroat. uhuk!

url

12927184421738899049_300x225

IMG_1328Kalo di bali saya pilih-pilih warung nasi, dan tentunya bertanya dahulu apakah warung nasi tersebut halal atau tidak. Dan juga jarang makan junkfood di bali, karena di kampung saya juga ada (belagu). Nasi campur jadi makanan favorite, selain murah, enak pula. Maklum, TBR, turis Budget Rendah. Ada telor, pecel, sate ayam, daging suwir dan variasi lain. Ada warung pinggir jalan yang murah, ada yang agak mahal sedikit. Depend on your pocket.

warung-bu-komang-bali3**HIBURAN

Hiburan malam di Bali lengkap, Club ramai berjejer. saya lupa nama jalannya, dan males google; sebuah jalan setapak (halah) yang kanan kiri sepanjang jalan berjejer club-club berbagai macam genre. dan live Reggae musikpun ada, but well thats not my taste fortunately.

Kejadian saltum di sebuah club pun pernah gue alami. Datang dengan kemeja dan jeans plus sepatu, ternyata rekan-rekan bule gue datang dengan baju kaos dan celana pendek. Damn. Alhasil mau ga mau buka kemeja dan pake kaos daleman doang, mandi busa. dan mandi madu.

Bicara soal dunia malam, pulang dr club biasanya gue jalan kaki menuju penginapan. Satu hal yang menarik, PSK yang berdiri di pinggir jalan (maaf) wajahnya kurang begitu menunjang versi gue sebagai orang indonesia. Tapi mungkin itulah yang disukai bule-bule, wajah traditional? wajah eksotis ? itu menurut mereka. Tapi memang ga hanya prostitusi komersilnya si, banyak di liat bule-bule dan pasangan pribuminya, kebanyakan pasangan mereka berwajah, well, average (?) , i didnt mean to be rude lho. I dont judge physically, am just saying that untuk “pandangan” orang kita, pasangan yang bule itu pilih fisiknya yagitudeh.

** Sholat ied

Pengembaraan ke Bali yang pertama kali, pas Hari iedul Adha. Cari masjid ga ketemu yang jaraknya dekat dengan hotel, mau naik taxi takut ga keburu waktu untuk sholat. Pasrah deh sama Allah gimana-gimananya, Allahualam. Masjid di Bali tertutama di kotanya, memang tergolong sedikit. Katanya sih di beberapa kampung ada kampung muslim, tapi lumayan jauh dengan kota.

Walhasil, gue sholat sendiri di kamar hotel.

**MMC rusak

Sedih itu saat sudah dua hari di bali dan foto-foto sudah banyak tapi tiba-tiba MMC rusak dan foto-foto raib. Itu GALAU nya ngehek. Cari rental yang ada mmc reader, cari toko kamera untuk beli mmc baru dan ini dan itu. Sekedar saran, jangan beli mmc yang murah meriah, mending beli yang agak mahal tapi kualitas bagus. MMC yang rusak itu bonus dari toko tempat gue beli kamera, merk  V-G*N.

Sekian dulu Balifornia trip story nya; next time Part II saya posting. berikut beberapa foto yang tersisa karena rusaknya Hard disk berisi dokumentasi2 selama disana. Enjoy. (Ahyarxtotheo)

DSC_0137 copy162878_473551959070_1022890_n 199242_10150102279894071_2424855_n 199242_10150102279884071_8258854_n 162878_473551974070_959563_n 199242_10150102279889071_2341807_n  199242_10150102279904071_5831802_n

IMG_0587 copy  20121119081202bali

i

Advertisements

13 thoughts on “Traveling Theme : BALIFORNIA PART I

  1. saya ke bali juga samaan ga pernah dpt tiket murah.
    tp alhamdulillah sih slama dsna dpt yg murah2..hhehe
    hotel semalam 200rb udh AC dsb di Pondok Sari Hotel. terus dpt uprade kamar dr superior ke deluxe, pesennya di http://www.pegipegi.com
    jd sblm booking kamar, bs cek review hotel2nya 😀
    kalo mau cari masjid coba ke daerah taman pancing aja mas, disana kampung muslim.
    letaknya ga jauh dr jalam imam bonjol, liat di GPS aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s