Tentang NYINYIR

nyinyir
nyi·nyir a mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet: nenekku kadang-kadang — , bosan aku mendengarkannya;

ke·nyi·nyir·an n hal (keadaan, sifat) nyinyir. KBBI. SOURCE
***
Sudah tidak asing  dengan kata ‘nyinyir’ , kan? sering bertemu dengan yang nyinyir? atau kamu termasuk yang suka nyinyir? hayo ngaku. hehehe. Postingan ini bukan untuk menyerang siapapun yang punya bakat nyinyir loh ya. Dont Kill the Messenger.
Nyinyir itu nyenyes (apa pula itu nyenyes?). Mungkin menyenangkan bagi yang melakukan, dengan tujuan yang baik (1%) ataupun memang hatinya busuk (99%). Tapi si nyinyir tidak memikirkan efek bagi yang menerima, terkadang bisa bikin tidak bisa tidur, tidak enak makan atau sakit hati berkepanjangan.
Nyinyir itu ‘attack’ secara tidak langsung, tindakan mencela tapi tidak berani dilakukan secara langsung. Mungkin karena pengecut, atau karena tidak kuat mental. yang jelas, nyinyir dilakukan bukan karena menjaga sopan santun . 
Nyinyir adalah penyakit dari dalam, penyakit jiwa atau penyakit hati saya tidak faham. Mereka yang biasanya nyinyir biasanya memiliki rasa ketidak puasan terhadap diri sendiri,iri atau sirik, yang dilampiaskan kepada kekurangan/kesalahan orang lain. Ada perbedaan jelas antara nyinyir dan kritik , yang bisa dibedakan saat kita dengar langsung.
***
JENIS TUKANG NYINYIR

Species Nyinyir Frontal
Species  ini totalitas nyenyesnya 101%, gak pandang siapa / dimana / sedang apa. Apa yang ia rasa tidak sreg akan langsung ia serang dengan kata-kata yang ‘tajam’. Tidak memikirkan perasaan dari korban nyinyirnya, bahkan cenderung bangga dengan sifatnya tersebut. Biasanya punya motto yang sering diucapkan keteman-temannya saat bercerita : “Lo tau aja kan gimana mulut gue, ya habislah dia gue nyinyirin”


Species Nyinyir Smart
Pintar, tapi akan sayang sekali kalau kepintaran digunakan untuk sesuatu yang tidak baik. Pintar dalam arti sengaja membungkus nyenyesnya dengan kata-kata yang seolah memuji atau senang,dengan maksud menjatuhkan. Hingga hanya yang tingkat “faham”nya yang menengah ke atas aja yang bisa langsung ngeh bahwa sedang ada yang nyenyes disini.

Species Nyinyir Pengecut
kalau di Social Media, yang nyinyir species ini biasanya habis nyinyir trus beberapa waktu kemudia dia hapus, biasanya karena takut ada barang bukti kalau ada yang mau konfront. tapi kita berkhusnudzon aja, siapa tau dia menyesal, asal diikuti dengan kata maaf dan tidak mengulangi lagi sih bisa kita terima. Tapi kalau nyinyir trus hapus atau Buang sela, ya itu mah sama aja bolong. Otaknya.

Species Nyinyir Caper
Species terakhir ini, haus perhatian. Haus Follower, haus Pendengar atau haus Viewer. Biasanya yang ia nyenyesin itu publik figur atau sesuatu yang berhubungan dengan orang banyak.  Dengan harapan, setelah nyenyesannya diketahui banyak orang bakal mendatangkan follower atau meningkatkan trafil. This is not cool actually.

>

Bersosialisasilah yang baik 
Advertisements

13 thoughts on “Tentang NYINYIR

  1. Aaahh… ini…
    gw sebenernya agak menyayangkan dengan membudayanya nyinyir ini. Dari yg sedikit jumlahnya hingga akhirnya menjadikannya semacam perlombaan. Lomba nyinyir. Yg nyinyirnya paling tajem, paling ngena, bikin ketawa satir, itu yg dianggap ‘pemenang’. ‘Pemenang’ yg memenangkan perhatian, ‘dianggap’, diposisikan sebagai pinter, dsb. Bahkan mereka yg ga nyinyir pun akhirnya bertransformasi, ga mau ketinggalan.
    Sampai ada suatu saat, mungkin sekarang ini masih, ada anggapan bahwa nyinyir itu artinya dia real. Ga fake. Mereka yg ramah, yg ga nyinyir maka dianggap fake. Ramah is fake, nyinyir is real. How silly is that?
    Lha kalo aslinya emang ga nyinyir, masa dituding fake? Lha kalo emang lebih menikmati hidup tanpa nyinyir, bagaimana fake-nya?
    Dan kalo yg berlomba2 jadi nyinyir itu aslinya ga nyinyir trus berubah jadi nyinyir, apa bukan itu yg fake?
    Gw ga benci sama orang2 nyinyir pastinya. Cuma asalkan itu asliiii… real. Ga fake. Kalo udah aslinya nyinyir, ya monggo.
    Ya gitu lah.

    1. Ini komennya bs jadi blog lho , heehe. Benar, yg disayangkan saat orang nyinyir itu mendapat kartu pass utk bersifat sprti itu. Bersifat atau bersikap ya

  2. kalo menurut saya sih nyinyir boleh2 aja asal sekedarnya, semisal saling lempar sindiran ke temen tapi yg gak bikin salah satu pihak sakit hati.. ya gitulah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s