DANGDUT, RIWAYATMU KINI

keep-calm-and-listen-dangdut

Sumber gambar

dangdut /dang·dut/ n jenis dan irama musik yg ditandai oleh pukulan tetap bunyi gendang rangkap yg memberikan bunyi dang pd hitungan ke-4 dan dut pd hitungan ke-1 dr birama berikut; (KBBI)

– – – – –

Sejarah dan asal muasal musik dangdut mungkin tidak akan saya bicarakan secara panjang lebar disini, pertama saya bukan ahlinya ; Kedua , sudah begitu banyak artikel tentang sejarah dangdut yang bisa ditemukan di sepanjang sungai Google. Tapi sedikit saja saya ngin memberi opini dari sudut dengar saya.

Jika ditelusuri dari berbagai informasi, dangdut berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Pada perkembangannya musik Melayu terpengaruh unsur-unsur musik India dan Arab. Dari unsur musik India, pengaruh itu ada dipenggunaan tabla, sedangkan dari Arab pengaruhnya pada cengkok dan harmonisasi. Tetabuhan tabla atau gendang dari India dikombinasikan dengan unsur cengkok si penyanyi plus harmonisasi irama musiknya, adalah mutasi awal musik Melayu ke arah dangdut. Dari sinilah sejarah musik dangdut berawal. (Sumber)

Namun.

Profesor Andrew Weintraub, Peneliti musik dangdut dari University of Pittsburg Peneliti Musik Dangdut sejak 1984 yang dan sudah mempublikasikan buku “Dangdut; Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia” mengatakan bahwa dangdut asli berasal dari Indonesia, bukan dari Malaysia, India, atau Arab. Weintraub mengatakan pula bahwa dangdut tak sama dengan Melayu, sebab Melayu di Indonesia ada di dataran Sumatra. Sedangkan dangdut itu bermula dari Jawa. (Sumber)

Sudahlah, bukan sejarahnya yang akan saya bahas disini, terlalu jauh urutan yang harus saya cari nantinya dan terlalu banyak sumber yang harus dikumpulkan, hehe.

Postingan kali ini saya ingin memberikan opini tentang dangdut yang dulu saya kenal dengan dangdut yang kini terdengar… .. ah sudahlah, ..baca saja sampai habis opini ini. 😀

* * *

1.INSTRUMENT

Mengenal Dangdut seperti mengenal sebuah pohon yang sudah ada di halaman rumah semenjak kecil. Semenjak tau apa itu lagu, semenjak itu tau bahwa musik itu adalah musik dangdut. Unsur tabuhan gendang yang berbunyi seperti ‘dang” dan “dut”, konon darisitulah nama dangdut berasal. Untuk instrumen ditambah rythm, drum, gitar melodi,  dan juga seruling. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop. Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin.

Tidak dipungkiri memang, terdapat beberapa aliran dangdut itu sendiri. Rock dangdut, Koplo, Disco dangdut dan sebagainya dengan catatan tetap terasa “dangdutnya”. Tapi menengok beberapa tahun ke belakang, bunyi dang dan dut  tertimpa layer sound remix – jegad jedug – treteteteret. Dengan musik yang dipakai di Club-Club malam dan dimainkan oleh seorang DJ yang menggunakan alat musik digital yang biasa dipakai untuk me-remix musik yang sudah ada menjadi musik yang bertema Futuristik.

Bisa dibandingkan dari sediki contoh dua instrumen musik dangdut dari dua era di bawah ini :

Instrument Bisik Bisik tetangga

Instrument Goyang Dumang

Bisa dihitung dengan jari saat ini musik dangdut-dangdut yang dipasarkan saat kita dengar kita akan tahu “oh ini lagu dangdut“.

* * *

 2.JARGON

Saya masih ingat ketika musik dangdut masih menjadi trendsetter kalimat/jargon. Lima menit lagi nya Ine Chintya misalnya, Saat lagu itu meledak di pasaran, masyarakat memasukkan jargon tersebut ke percakapan sehari-hari. Dokter Cinta (Evie Tamala), Bujangan (Rhoma Irama),Bukan Pengemis Cinta (Johny Iskandar), Tamu Tak Diundang (Iis Dahlia), Bisik Bisik tetangga (Elvie Sukaesih, Sakit Gigi (Meggi Z), dan penyanyi-penyanyi lain yang judul atau lirik dari lagunya memberi jargon baru bagi penikmat.

Bagaimana dengan sekarang? Terbalik dan terbilak.

Musik dangdut justru hilang kreatifitas dan ruh hingga membuat lagu hanya berdasarkan bahasa gaul yang sedang ngetrend. Sakitnya tuh disini, Aku mah apa atuh, Bete, Disini tuh ga sakit (?????),Maju mundur Cantik (Rina Nose),Enggak mau pulang, Aku rapopo , Belah Duren , Cabe Cabean , Lo Gue End , dan banyak lainnya.Apa yang jadi trend dalam bahasa gaul, inshaAllah akan jadi judul lagu.

Jargon : Lima Menit Lagi

Jargon : Akurapopo

Pangsa pasar dan target agar dikenal publik pasti menjadi alasan nomor satu dibuatnya lagu berdasarkan kepopuleran bahasa gaul, tapi itu membuat musik dangdut sudah bisa ditebak dan hilang kreatifitas. Saat ini Para produser duduk di depan gadget, menunggu kata-kata yang booming hari ini dan bersiap menghubungi pencipta lagu untuk membuat lagu singkat-lirikasal-musikremix-yangpentingjadi untuk segera dilempar ke pasaran.

Kehabisan ide dari jargon, muncullah lagu dangdut dengan judul yang semakin meletakkan dangdut ke level terendah dalam tingkatan genre musik Indonesia. Saya tercengang saat lihat judul lagu2 dangdut di Youtube : Hamil Sama Setan, Gadis Bukan Perawan, klepak klepek, Kasih Tau Ngga Ya, Terong Dicabein , Bara Bere, E Masbulloh dan seterusnya. Liriknya pun tidak kalah ‘blengcek’, bikin malu dengernya.

 

* * *

3.VOCAL

Agak sedikit bingung menceritakan opini saya mengenai vocal dangdut, karena saya tidak bisa menyanyi dan tidak tau tentang teori menyanyi dangdut. Kata kunci yang tepat adalah cengkok, suatu cara bernyanyi yang dipakai penyanyi melayu atau dangdut dengan cara “meliuk”-kan suara nya saat membawakan lagu. Kerap saya dengar penyanyi-penyanyi mengakui bahwa cengkok dangdut tidak dapat dibawakan oleh semua penyanyi, tingkat kesulitannya sangat tinggi. Penyanyi dangdut dengan mudah bisa menyanyikan lagu non-dangdut (walau pasti terasa cengkoknya sedikit), tapi penyanyi pop belum tentu bisa membawakan lagu dangdut.

Iis dahlia, Rita Sugiarto, Meggi Z dan penyanyi era keemasan dangdut lainnya mempunyai kelebihan vocal dalam cengkok. Bahkan Inul daratista dan Alam yang hadir di era Dangdut generasi baru pun masih bisa kita dengar cengkoknya, bukan? Sekarang coba dengarkan Julia Perrezz, Saiful Jamil atau Cita Citata dalam Goyang Dumang (yang baru saja saya dengar untuk pertama kalinya), ada cengkoknya? Tidak. Apa mereka dikenal sebagai penyanyi Dangdut? iya.

Rita Sugiarto : Tersisih

Cita Citata : Goyang Dumang

Dahulu penyebab musik dangdut disukai masyarakat banyak, selain karena musik yang membuat kita ingin bergoyang (kaki,pinggang, geleng-geleng atau sekedar jempol) juga karena musik dangdut terkadang sebagai penyambung lidah masyarakat jelata. Sekarangpun musik dangdut masih sangat diminati tapi (mungkin) faktor disukainya sudah bergeser sedikit, apa alasannya? silahkan pembaca opinikan sendiri menurut pendapat pribadi. (Ahyarxtotheo)

http://log.viva.co.id/iframe

Advertisements

10 thoughts on “DANGDUT, RIWAYATMU KINI

  1. kalau saya sih lebih suka lagu dangdut yang jadul ya,, meski waktu itu saya masih kecil, tapi suka dengerin dangdut di in-dangdut nya TPI hihihi

    lagian menurut saya lagu dangdut yang jadul itu lebih bertahan lama, kalau yang sekarang, cepet tenarnya,, udah gitu gak kedengaran lagi gaungnya,,

    kalau suara,, ah masih jauh lebih enak yang jadul,, sekarang suara penyanyi dangdutnya ketutup sama musik disconya,, kalau nyanyi pas live gak tau enak, gak tau enggak,,

    saya pernah dengerin “rere gocing” nyanyi live di hitam putih,, suaranya fals,, huhu jauh dibanding rita sugiarto, tapi kalau penampilan emang yang sekarang jauh lebih menarik, seksi2

    kesimpulannya,, dulu lebih mentingin kualitas suara,, tapi sekarang lebih ke kualitas penampilan dan goyangan 😀

    wah maaf kepanjangan,,, >.<

  2. mungkin bisa dibikin pengklasifikasian baru, yaitu dangdut klasik dan dangdut modern barangkali? meski yg bawain generasi baru, tapi jenisnya seperti yg dibawain oleh Elvi Sukaesih misalnya. maka dia disebut membawakan dangdut klasik. mungkin contohnya kaya Ayu Ting2 dengan lagu Alamat Palsu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s